BERITA

Istilah Istilah Logistik yang wajib diketahui

Istilah Istilah Logistik yang wajib diketahui

SHORT DESC.

ISTILAH ISTILAH LOGISTIK yang Wajib diketahui

Berikut berbagai istilah di dunia logistik yang perlu Anda ketahui. Logistik merupakan bagian dari disiplin ilmu manajemen yang mana memiliki arti serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengelola suatu barang dan perlengkapan tertentu.

Barang-barang ini merupakan barang hasil produksi atau barang permintaan konsumen yang dikirimkan oleh pihak perusahaan melalui tim manajemen-nya. Dengan adanya logistik ini maka barang yang dipesan akan dikelola secara tepat waktu, efisien, dan aman hingga sampai ke tangan konsumen.

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan terutama bagian pengiriman barang atau bagian logistik, Anda tentu harus familiar dengan berbagai istilah logistik yang wajib diketahui. Apa saja istilah – istilah logistik tersebut?

Di bawah ini disajikan beberapa singkatan atau istilah serta maknanya yang dikumpulkan dari berbagai sumber referensi terpercaya. Untuk lebih memudahkan-nya, akan disajikan menurut abjad sehingga memudahkan untuk dibaca.

Istilah-Istilah Logistik

  1. Abjad A

ABC analysis : merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengkroscek barang yang sebagai persediaan / stok yang dikelompokkan menurut kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya seperti jumlah, volume, dan nilai barang.

Accessibility : merupakan kemampuan suatu pihak dalam rangka pelayanan pengiriman barang dari titik awal hingga tujuan.

Active stock : barang yang telah siap ditempatkan di sebuah lokasi atau gudang penyimpanan dan siap untuk didistribusikan.

Agency tarif : tarif dasar proses pengangkutan yang dilakukan oleh alat angkut.

Air cargo : proses pengiriman barang dengan memanfaatkan transportasi udara.

Average inventory : jumlah rata-rata persediaan barang dalam kurun waktu periode tertentu.

  1. Abjad B

Back order : pemesanan kembali yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi persediaan dan kebutuhan konsumen.

Backhaul : proses kendaraan kembali ke titik awal keberangkatan (balik arah).

Barcode : kombinasi angka dan huruf sebagai kode unik suatu barang yang berfungsi untuk proses scanner hingga dapat diketahui jumlah dan ketersediaan barang secara elektronik.

Barcode scanner : alat yang digunakan untuk proses scanning suatu produk.

Batch packing : pengambilan barang dari tempat penyimpanan untuk dikirim langsung ke alamat konsumen.

Billing : aktivitas operator untuk menentukan biaya total pengiriman dan biaya total tagihan pengiriman.

  1. Abjad C

CY : Container Yard, yaitu mode pengiriman dari tempat penumpukan petikemas.

Custom clearance : serangkaian proses administrasi pengeluaran dan pengiriman barang yang berhubungan dengan kepabeanan dan administrasi pemerintah.

Consignee (cnee) : penerima barang, alamat penerima barang.

Channel of distribution : channel atau jaringan terkait distribusi produk manufaktur seperti halnya lokasi pabrik, gudang, retailer.

City driver : pengemudi transportasi yang areanya mencakup lokal atau dalam kota.

Collaborative logistics : informasi dan sumber yang terpercaya dan menguntungkan perihal logistik yang diperoleh dari berbagai organisasi.

Cost of lost sales : keuntungan yang didapat perusahaan yang berasal dari barang stock out.

Courier service : pemberian pelayanan secara cepat dari pintu ke pintu dikarenakan nilai dokumen atau suatu barang tersebut tinggi.

  1. Abjad D

Distribution : proses distribusi barang melalui jalur transportasi, di antaranya memindahkan, mengirim, dan memasok barang dengan legal.

Distribution center : pusat tempat menyimpan barang yang mana siap untuk didistribusikan kapan saja.

Distribution channel : rute yang harus dilalui untuk mendistribusikan barang.

Distribution werehouse : gudang tempat penyimpanan barang jadi.

Duties : nilai pajak yang harus dikeluarkan suatu perusahaan berdasarkan tarif yang telah disesuaikan dengan nilai suatu barang.

  1. Abjad E

EQQ : economic order quantity, metode yang berfungsi untuk mengendalikan persediaan barang.

End user : konsumen atau pengguna terakhir suatu barang, sehingga barang tidak dijual kembali.

Exchange : pasar yang menyediakan fasilitas transaksi pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui media elektronik.

ERP : enterprise resource planning, alat yang digunakan dalam proses perencanaan, distribusi operasi, dan lain-lain. Digunakan pula untuk memonitor kondisi suatu perusahaan seperti SDM, material, dll.

ETD : estimation time of the departure, perkiraan waktu keberangkatan.

ETA : estimation Time of arrival, perkiraan waktu kedatangan.

  1. Abjad F

FCL : full container loaded, jenis pengiriman suatu barang dengan menggunakan truk kontainer.

Fixed cost : biaya tetap yang mana tidak terjadi fluktuasi.

Forecasting : sebuah alat untuk memprediksi jumlah barang yang yang harus diproduksi si dan disimpan menggunakan metode peramalan.

Forklift truck : Material handling guna untuk mengangkat beban dengan memanfaatkan garpu didepan yang bisa di naik turunkan.

Fourth party logistics (4PL) : suatu perusahaan perakitan dan pengaturan, teknologi, kapabilitas, yang menyediakan layanan pengiriman serta rantai pasok untuk organisasi-nya.

Freight bill : laporan yang berisi biaya alat angkut yang dibutuhkan dalam pendistribusian barang.

Itulah pembahasan dari Union Logistics mengenai beberapa istilah-istilah yang digunakan dalam dunia logistik. Masih ada banyak sekali istilah logistik yang perlu Anda cari tahu selain beberapa tadi yang telah disebutkan. Terus ikuti update informasi dari kami mengenai berbagai hal terkait logistik lainnya.

Sejarah Berdirinya Jasa Pengiriman di Nusantara

Sejarah Berdirinya Jasa Pengiriman di Nusantara

SHORT DESC.

Sejarah Berdirinya Jasa Pengiriman di Nusantara

Sejarah berdirinya jasa pengiriman yang pertama Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan VOC, yakni sekitar tahun 1602, semua orang yang ingin berkirim surat mau tak mau harus menitipkan nya ke Stadsherberg atau gedung penginapan kota.

Cara tersebut sebenarnya sangat tidak efektif, dan seorang Gubernur Jenderal bernama Gustaaf Willem Baron van Imhoff terusik untuk membuat jasa pengiriman yang jauh lebih efisien, aman serta terjamin.

Sebagai informasi, Baron van Imhoff yang lahir di Frisia Timur, 8 Agustus 1705 merupakan Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-27 yang memerintah sekitar tahun 1743 sampai 1750.

Tahun 1746

Bermula dari gagasan sang Gubernur Jenderal tersebut, akhirnya pada tahun 1746, tepatnya pada tanggal 26 Agustus di Batavia dibangun kantor pos pertama di Indonesia.

Dengan berdirinya kantor pos tersebut, maka pengiriman barang menjadi lebih efisien, di mana masyarakat jadi semakin mudah dan merasa aman ketika mengirimkan berbagai dokumen penting tanpa harus was-was dan ketakutan.

Tahun 1750

Berdirinya jasa pengiriman di Indonesia itu kemudian berlanjut di mana pada sekitar tahun 1750 atau 4 tahun sejak berdirinya kantor pos di Batavia, dibangun juga cabang kantor pos di Semarang.

Pembangunan kantor pos cabang di Semarang tersebut semakin memberikan angin segar bagi perkembangan jasa pengiriman di Indonesia.

Pembangunan cabang kantor pos di Semarang tersebut terbukti memberikan dampak positif dengan membantu percepatan pengiriman.

Tentu saja hal tersebut disambut dengan sangat baik oleh masyarakat. Rute pengiriman yang dilalui Pos Indonesia kala itu adalah Pekalongan, Cirebon dan Karawang.

Tahun 1808

Dalam sejarah jasa pengiriman di Indonesia itu, terdapat nama Daendels dalam alur ceritanya. Di mana pada tahun 1808, kepemimpinan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff tergantikan oleh Herman Willem Daendels.

Pasti Anda tahu siapa orang ini bukan? Ya, dialah yang mempopulerkan sistem kerja rodi. Masyarakat Indonesia pada masa kepemimpinan Daendels harus merasakan pahitnya kerja rodi.

Namun di balik kejamnya siksaan kerja rodi yang dilakukan Daendels, sistem dan pelayanan pengiriman juga turut bertambah baik. Karena tersokong dengan infrastruktur yang dilakukan Daendels tersebut.

Tahun 1875

Seperti dengan adanya pembangunan jalan dari Jawa Timur hingga Jawa Barat yang semakin memudahkan proses pengiriman barang dari tiap daerah.

Berlanjut pada tahun 1875, Pos Indonesia dileburkan dengan dinas telegraf dan berganti nama menjadi Post En Telegraafdienst.

Dampak dari peleburan dan pergantian nama tersebut turut berimbas pada perpindahan kantornya, di mana tadinya kantor pos pusat berada di Gambir, Jakarta, berpindah ke kota Bandung.

Sejak saat itu Pos Indonesia berkembang semakin pesat hingga pada akhirnya berubah status menjadi Perusahaan Negara. Saat itu Pos Indonesia menjadi PN Postel, yakni Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi.

Tahun 1965

Kemudian di tahun 1965 PN Postel mengalami perubahan nama kembali, yakni menjadi PN Pos dan Giro yang mengacu dengan semakin maju dan berkembangnya sektor komunikasi dan pos.

Tahun 1978

Pada tahun 1978 Pos Indonesia kembali berganti nama dari PN Pos dan Giro menjadi Perum Pos dan Giro dengan misi memperbaiki hubungan serta kinerja pengiriman dalam negeri juga luar negeri.

Tahun 1995

Hingga pada akhirnya di tahun 1995 Pos indonesia berganti nama menjadi PT Pos Indonesia (persero) sampai saat ini. Sekarang Pos Indonesia telah memiliki cabang di seluruh wilayah NKRI, dimana sedikitnya 24.000 titik jangkauan pengiriman.

Pelayanan yang diberikan juga semakin baik, entah itu pelayanan pra pengiriman, proses pengiriman hingga hingga pasca pengiriman.

Loading